Pahami Hal – Hal Ini Saat Mengajukan KPR

Semua orang pastinya setuju, bahwa rumah adalah kebutuhan utama setiap orang. Seseorang akan merasa aman secara psikologi dan finansial, jika orang tersebut dapat membeli rumahnya sendiri. Setidaknya orang merasa lebih percaya diri dan dapat meningkatkan status sosialnya, jika memiliki rumah sendiri di perumahan Cikarang. Seperti yang kamu ketahui harga rumah di kota-kota besar, seperti Jakarta sangat tinggi. Berikut ini tampilan harga beberapa rumah (ukuran 100m2) dan beberapa apartemen di Jakarta. Rasanya agak berat untuk membayar kontan rumah tersebut, terlebih jika kamu saat ini baru awal-awal bekerja atau berkarir. Nah jawabannya adalah dengan menggunakan Kredit Rumah atau dikenal dengan istilah KPR – Kredit Pemilikan Rumah. Dalam bahasa Inggris KPR dikenal dengan instilah home loan atau mortgage.

Salah satu solusi untuk membiayai pembilan rumah, yang diberikan bank adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Apa yang dimaksud dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)? KPR adalah layanan kredit (utang) jangka panjang (bisa mencapai 15 tahun – 25 tahun), yang diberikan bank kepada nasabahnya untuk membiayai (membeli atau membuat) rumah. Bagaimana skema atau cara membeli rumah dengan menggunakan KPR? Pertama, kamu perlu membayar uang muka rumah (biasanya 30% – 40%) secara kontan dan sisanya dibayarkan melalui utang KPR. Misal harga sebuah Rumah di Jakarta adalah Rp 1.000.000.000. Maka kamu harus membayarkan uang muka sebesar Rp 300.000.000 – Rp 400.000.000.

Bagaimana dengan sisanya? Sisa pembayaran akan dibiayai oleh Bank dengan skema KPR. kamu sebagai nasabah harus membayar cicilan KPR sesuai dengan periode waktu dan bunga yang sudah ditetapkan. Biasanya dalam KPR, rumah yang kamu beli akan menjadi jaminan oleh pihak Bank.

ISTILAH DALAM KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH

Jika kamu ingin mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), sebaiknya kamu kenali terlebih dahulu istilah-istilah kredit yang akan kamu temui dalam diskusi atau perjanjian kredit:

  • Kreditur KPR : Pihak atau perusahaan yang memberikan pinjaman KPR, biasanya lembaga keuangan atau bank.
  • Debitur KPR : Pihak yang menggunakan atau mengajukan kredit, bisa perorangan (individu) maupun perusahaan berbadan hukum (PT – Perseroan Terbatas).
  • Objek KPR : Lahan, rumah atau bangunan yang akan dibeli dengan fasilitas KPR.
  • Jangka Waktu KPR : Jangka waktu atau periode pelunasan KPR.

JENIS-JENIS KPR DI INDONESIA

Di Indonesia dikenal tiga jenis KPR, yaitu KPR Subsidi, KPR Non Subsidi dan KPR Syariah. Masing-masing skema memiliki perhitungan dan skema yang berbeda. Pastikan kamu pilih jenis KPR perumahan Cikarang yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Jenis 1 KPR Subsidi

KPR subsidi adalah layanan yang difokuskan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Biasanya program KPR bersubsidi ini kerja sama antara bank (lembaga keuangan) dengan pemerintah. Tujuan utamanya agar masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah sederhana dan sehat. KPR Subsidi memberikan kemudahan untuk debitur (orang yang mengajukan kredit), berupa keringan uang muka, bunga kredit dan waktu pelunasan yang cukup panjang (bisa mencapai lebih dari 5 tahun).

Jenis 2 KPR Non-Subsidi

KPR Non Subsidi adalah layanan yang dimiliki oleh bank-bank pada umumnya. Layanan ini memberikan kemudahan kepada nasabah bank untuk membeli rumah indamannya. Persyaratan kredit, mulai dari besaran pinjaman, periode kredit, bunga dan besaran uang muka biasanya ditentukan oleh bank yang bersangkutan. Seperti yang kamu ketahui, di Indonesia terdapat banyak sekali bank. Jika kamu ingin mendapatkan kredit pemilikan rumah dengan penawaran terbaik, kamu dapat melakukan perbandingan produk-produk KPR. Finansialku bekerja sama dengan salah satu perusahaan pembanding produk-produk keuangan, DuitPintar.com untuk membantu kamu membandingkan produk-produk KPR. Silahkan kamu coba!

Jenis 3 KPR Syariah

KPR Syariah adalah layanan KPR yang ditawarkan oleh bank-bank Syariah. Prinsip KPR Syariah mirip seperti KPR Non-Subsidi, namun berbeda pada cara transaksinya. KPR Syariah menerapkan prinsip akad Murabahah (jual-beli). Bank akan membeli rumah tersebut, kemudian menjual kembali kepada nasabah.

KPR adalah produk yang dapat membantu kamu, asalkan kamu dapat memanfaatkan dengan benar. Jika kamu ingin memanfaatkan KPR untuk membiayai rumah kamu, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan:

  • Cari rumah yang sesuai dengan kemampuan (jangan memaksakan, tetapi tetap realistis).
  • Persiapkan uang untuk membayar uang muka, setidaknya kamu perlu menyiapkan 40%. Pasti ada biaya-biaya administrasi, pajak dan lain-lain yang harus kamu siapkan saat membeli rumah.
  • Pastikan cicilan KPR besarnya tidak lebih dari 30% pendapatan kamu. Misal pendapatan kamu Rp 20.000.000 per bulan maka cicilan maksimum sebesar Rp 6.000.000 per bulan.

Bagaimana ? sudah paham ? Sudah siap untuk mengajukan KPR sekarang juga ? itulah beberapa hal yang perlu untuk kamu ketahui danpahami terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR perumahan Cikarang. Meskipun tidak sedikit masyarakat yang beranggapan negative pada sistem pembayaran ini, namun hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan semangat para pemburu rumah. Semoga kamu dapat memaksimalkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) yang ditawarkan bank. Jangan lupa lakukan perbandingan produk-produk KPR agar kamu mendapatkan penawaran yang terbaik.

Like and Share ya 🙂